HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Presiden Jokowi: Tak Ada Toleransi bagi Oknum Aparat yang Halangi Kebijakan dan Inovasi

By On Wednesday, November 13, 2019


Jakarta, - Presiden Joko Widodo sekali lagi meminta kepada aparat penegak hukum untuk menegakkan dan memberikan kepastian hukum sebagaimana mestinya. Kepala Negara juga menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh sampai membuat takut pihak-pihak yang justru ingin mengeluarkan kebijakan dan berinovasi demi kemajuan bangsa.

Hal itu disampaikan Presiden saat memberikan sambutan dalam Rakornas Indonesia Maju Pemerintah Pusat dan Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkopimda) 2019 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 13 November 2019.

"Saya ingatkan (kepada para penegak hukum), jangan menggigit orang yang benar. Kalau yang salah silakan digigit. Tapi, yang benar jangan sampai digigit dan jangan pura-pura salah gigit," ujarnya.

Ia juga menegaskan, kebijakan-kebijakan serta inovasi yang dilakukan para pemangku kepentingan untuk kemajuan dan mendukung agenda strategis bangsa harus didukung dan tidak dicari-cari kesalahannya apabila memang tidak ada niatan melanggar hukum.

"Jangan pernah juga menggigit pejabat atau pelaku-pelaku bisnis yang sedang berinovasi untuk kemajuan negara ini. Tugas saudara-saudara adalah menggigit siapapun yang memiliki niat buruk untuk mengganggu agenda-agenda besar strategis bangsa kita," ucapnya.

Meski demikian, dalam prosesnya, Presiden meminta penegak hukum untuk mengawal dan mengingatkan para pengambil keputusan sejak awal pelaksanaan pekerjaan. Kepala Negara tak menginginkan bahwa kesalahan yang telah diketahui pada awal pelaksanaan kemudian didiamkan dan baru diusut saat pengerjaan telah selesai.

Menurutnya, banyak proses penegakan hukum yang terjadi dengan pola serupa itu. Presiden mengatakan bahwa pola pikir tersebut mesti segera dibenahi.

"Jelas-jelas itu sudah keliru sejak awal, diingatkan _dong_. Jangan ditunggu sampai terus dikerjakan. Setelah rampung baru ditebas. Enggak bisa seperti ini. Harus kita akhiri seperti ini," ujar Presiden.

Presiden juga mengungkapkan, ia banyak menerima laporan mengenai oknum penegak hukum yang bermain-main dengan jabatannya dengan memeras birokrat yang berinovasi dan mengeluarkan kebijakan untuk kemajuan bangsa. Ia langsung memerintahkan Kapolri, Jaksa Agung, dan pihak terkait lainnya untuk langsung mencopot para penegak hukum dengan mental seperti itu.

"Saya juga tidak akan memberikan toleransi kepada aparat hukum yang kerjaannya hanya menakut-nakuti dan mengganggu inovasi, yang kerjaannya justru memeras birokrat dan pejabat," tuturnya.

Selain itu, Presiden meminta TNI dan Polri dan para penegak hukum untuk menjaga kewibawaan. Ia meminta agar kewibawaan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung agenda besar bangsa Indonesia.

"Cipta lapangan kerja itu agenda besar bangsa kita. Meningkatkan ekspor dan menurunkan impor juga agenda besar bangsa kita. Jangan pernah ada yang bermain-main di area ini. Saya sudah wanti-wanti, kalau di area ini masih ada yang bermain-main, akan saya gigit sendiri," tandasnya.


Bogor, 13 November 2019
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://setpres.setneg.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Swadaya Masyarakat, Wujud Kemandirian Pembangunan Lingkungan

By On Wednesday, November 13, 2019


Pemalang, - Pagi cerah dihias pancaran sang surya tampak menambah semangat para warga masyarakat Rw 01, Kelurahan Paduraksa, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang. Warga yang bermukim dalam 3 Rt ini tampak berduyun duyun penuh semangat gotong royong bahu membahu dalam proyek drainase di lingkungannya. Proyek yang berasal dari dana Jimpitan (sumbangan sukarela yang ditempatkan dalam gelas plastik yang ada di depan rumah dan akan dikumpulkan oleh petugas.red) ini tak bisa dianggap sebelah mata. Bagaimana tidak, besaran uang jimpitan yang hanya 100 hingga 500 rupiah setiap rumah tersebut menjadi modal warga untuk pembangunan lingkungan. Tidak hanya pembangunan Drainase saja, para warga juga nampak kompak dalam segala kegiatan kemasyarakatan. Pembuatan jembatan penghubung, tempat sampah, hingga lampu penerangan disetiap jalan dan gang pun dikerahkan para warga dengan sukarela.

Dijelaskan oleh Ketua Rw 01, Kelurahan Paduraksa, Riswono, sumbangan sukarela sudah berlangsung lama dan dari itu dijadikan modal untuk melakukan pembangunan.


"Pembangunan yang ada di RW 01 ini itu semua berasal dari dana jimpitan dan juga sumbangan sukarela para warga masyarakat Rw 01", jelasnya.

Sejauh mata memandang, lingkungan yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota  Pemalang ini tampak kental dengan nuansa kekeluargaan. Tak hanya untuk pembangunan kampungnya saja, para warga juga selalu bergerak sukarela membantu warga yang kesusahan, mengkondisikan warga yang sakit, sukarela setiap Hari Raya Idul Adha (menyumbang hewan Qurban.red), hingga pemasangan Jam Digital di Mushola pun menjadi sarana kekeluargaan yang nyata.

Selain hal tersebut, Riswono juga menambahkan, ketika momentum peringatan HUT RI setiap tahunnya pun para warga selalu penuh sukarela.

"Sudah menjadi kebiasaan dari jaman dahulu jika para warga selalu bergotong royong bahu membahu. Tidak hanya soal keuangan saja, tenaga pemikiran hingga keringatnya pun dipersembahkan untuk kampung Rw 01 ini. Bahkan pada saat 17 Agustus pun sama. Kami semua selalu sukarela goting royong bagi kehidupan bermasyarakat", imbuhnya.

Seperti kita ketahui bersama, budaya gotong royong, bahu membahu, hingga sumbangan sukarela di jaman sekarang ini, bisa dikatakan hampir tidak bisa ditemukan lagi. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi lingkungan Rw 01, Kelurahan Paduraksa ini. Semangat para warga masyarakat selalu berkobar setiap kali ada kegiatan yang dilaksanakan dilingkungan demi kebaikan bersama para warga yang mendiami 3 Rt ini.

Terakhir, Riswono menambahkan jika pihaknya ingin mewujudkan kemandirian warga masyarakat dalam kemajuan lingkungan.
(Dentang)

Walikota Serang Raya Bantu DPD GIAN Bangun Fasilitas Rehabilitasi Pecandu Narkoba

By On Tuesday, November 12, 2019


Rencanakan Pembangunan Kantor dan Fasilitas Rehabilitasi Korban Kecanduan  Narkoba Ketua GIAN DPD Serang Provinsi  Banten Mintarsih.SE "Mohon Doa Restu"

Serang Banten, - Di bawah kepemimpinan MINTARSIH. SE,  selaku  Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Gerakan Indonesia Anti Narkotika  (DPD GIAN) Serang Raya Provinsi Banten, saat ini mengalami banyak peningkatan, baik dari segi komunikasi maupun pelayanan kepada Masyarakat melalui kampanye sejak dini tentang pentingnya hidup sehat dan anti narkoba. 

Dalam program tersebut, Mintarsih lakukan banyak perubahan dan peningkatan dengan cara mengedukasi tentang bahaya narkotika kepada generasi muda, mengajarkan norma-norma agama kepada anak-anak sejak dini tentang bahaya narkoba tersebut, agar menjauhi perilaku menyimpang dari pengaruh lingkungan yang tidak sehat, orang tua diminta mengawasi anak-anaknya agar tidak terhubung dengan dunia yang demikian. 

Ketua DPD GIAN Serang Raya Mintarsih. SE, kepada media ini mengatakan, dia sudah menyampaikan kepada DPP Gerakan Indonesia Anti Narkotika bahwa dalam waktu dekat ini DPD GIAN Serang Raya akan membangun Fasilitas Rumah Sehat Dan Rehabitasi Korban Kecanduan narkoba, “Insyaallah dalam waktu dekat ini kita akan membangun Fasilitas Rumah Sehat Dan Rehabitasi Korban Kecanduan narkoba,” Ujar Mintarsih.

Lebuh lanjut dia menjelaskan, pembangunan Fasilitas Rumah Sehat Dan  Rehabitasi Korban Kecanduan NARKOBA tersebut adalah murni bantuan dari Wali Kota Serang H. SYARIFUDIN, S.Sos, M.Si. 

“Bapak Wali Kota Serang telah berkenan memberi hibah lahan seluas 1 Ha kepada DPD GIAN Serang, untuk dibangun Fasilitas rumah sehat dan rehabilitasi korban,” ucapnya. 

Terimakasih Juga Disampaikan Oleh Ketua DPD Serang Kepada KH. OJAD atau ABAH OJAD yang telah memfasilitasi DPD Serang Sehingga Pak Wali Kota Serang Berkenan Memberi Lahan Bahkan Kantor Sekretariat Untuk DPD GIAN Serang.


“saya sebagai Ketua GIAN DPD Serang Raya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya kepada Bapak Walikota Serang H. SYARIFUDIN S.Sos, M.Si,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Indonesia Anti Narkotika R. Guntur Eko Widodo ketika dikonfirmasi penulis di Jakarta Selasa (12/11/ 2019), melalui telepon selulernya, dia mengakui sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Walikota Serang H. SYARIFUDIN yang telah  sudi menghibahkan lahan seluas 1 ha miliknya, untuk pembangunan Fasilitas rumah sehat dan rehabilitasi korban kecanduan narkoba tersebut. 

Guntur mengungkapkan, di tengah maraknya ketergantungan dalam pemakaian dan peredaran narkoba saat ini, bantuan tersebut sangat berarti dan mendukung dalam hal pemberantasan narkoba.

"Saya atas nama keluarga besar Gerakan Indonesia Anti Narkotika mengucapkan terima kasih kepada Pak Walikota Serang H. SYARIFUDIN karena telah membantu memberikan fasilitas, dihibahkan lahan untuk pembangunan fasilitas rumah sehat dan rehabilitasi korban kecanduan narkoba, Semua ini satu wujud nyata bahwa bapak walikota setuju dengan adanya kegiatan amal  seperti ini, beliau mendukung Serang bebas narkoba,” ujarnnya.

Selain itu Guntur juga mengapresiasi kinerja seluruh anggota GIAN DPD Serang Raya yang telah berhasil menjalin kerja sama dengan semua pihak agar sama sama untuk memerangi narkoba.

“Saya atas nama DPP GIAN dan atas nama pribadi mengapresiasi dan berterima kasih kepada seluruh jajaran DPD GIAN Serang Raya, semoga kinerja DPD GIAN Serang Raya makin ditingkatkan lagi, dan jangan kita cepat merasa puas, ini adalah langkah yang baik, bahwa keberadaan GIAN di Serang nyata dan mari kita sungguh–sungguh agar pecandu narkoba di serang bisa teratasi dan  ini Semoga Dapat menjadi Motivasi Bagi Perjuangan GIAN di Seluruh Indonesia." Ujarnnya.

GIAN Pastikan Menjadi GARDA Terdepan Menuju Masyarakat Indonesia hidup Sehat Cerdas Bersih Bersih Narkoba “tutupnya. (HMS FPRN)

Ini Tempat Pendaftaran dan Jadwal Lomba Lari 10 K PASI Kerinci Yang Dihadiri Sandiaga Uno

By On Sunday, November 10, 2019


Kerinci, - Kabar gembira untuk masyarakat Kabupaten Kerinci, pasalnya pada 17 November 2019 Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kerinci akan mengadakan lomba lari 10 K.

Tidak tanggung-tanggung, PASI Kerinci berhasil menghadirkan Sandiaga Uno pada acara tersebut. Sandi begitu ia akrab disapa memang dikenal sebagai tokoh nasional yang energik dan gemar berolahraga lari.

Ketua Panitia Pelaksana lomba lari 10 K, Eva Bramanti Putra ketika diwawancara media ini membeberkan rentetan lomba lari 10 K yang dilaksanakan tersebut.

“Sandiaga Uno dijadwalkan akan hadir memeriahkan acara kita bersama Bupati dan unsur Forkompinda. Lomba lari 10 K ini terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat Kerinci baik pelajar maupun umum, putra maupun putri. Kita buka pendaftaran dari 06-16 November 2019 di GOR tepatnya di kantor KONI Kabupaten Kerinci”, ucap Eva.

Eva yang saat ini bertugas di Pemkab Kerinci sebagai Kabid Sapras Dikjar Kabupaten Kerinci menambahkan. “Pendaftaran tidak kita pungut biaya, dan setiap pendaftar wajib mengisi data diri. Peserta yang mendaftar akan diberikan nomor dada oleh panitia, nomor dada tersebut sekaligus menjadi nomor undian ketika pembagian Door Prize menarik yang disiapkan panitia. Disamping itu panitia sudah siapkan total hadiah 23 juta”, cetus Eva.

Sementara itu ditempat terpisah Ketua PASI Kerinci, Johani Wilmen menyampaikan Pengurus PASI Kerinci menjadikan ajang ini dalam rangka mematangkan persiapan Porprov 2020. Selain itu target dari lomba lari 10 K tersebut juga diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet muda potensial.

“PASI Kerinci rutin menyumbang medali untuk kontingen Kabupaten Kerinci pagelaran olahraga tingkat Provinsi Jambi. Tapi kita tidak boleh berpuas diri, tentu kita berikhtiar agar prestasi ini dapat terus ditingkatkan. Kita juga menargetkan ajang ini dapat melahirkan pelari-pelari muda potensial yang nantinya akan kita lakukan pembinaan secara berkelanjutan dengan harapan dimasa depan bisa mengharumkan nama Kabupaten Kerinci ditingkat Provinsi maupun Nasional”, ucap Wilmen.

Ratusan Pembeli Geruduk Kampoeng Kurma Bogor Karena Merasa Ditipu

By On Sunday, November 10, 2019


Reporter : Veronica 

Bogor, - Ratusan pembeli lahan kavling menggeruduk kantor PT Kampoeng Kurma di Tanah Baru, Bogor, pada Sabtu (9/11/2019). Mereka menagih janji manajemen
PT. Kampoeng Kurma mengenai status lahan kavling dan pengembalian dana.

Sayangnya, ratusan pembeli ini tidak dapat menemui Arfah Husaifah Arshad selaku Direktur Utama PT Kampoeng Kurma dengan alasan sedang berada di luar kota. Para pembeli kavling hanya ditemui Sari Kurniawati istri Direktur Utama yang mewakili Dirut.

Untuk diketahui, Kampoeng Kurma Group menjual kavling seluas 400-500 m2 dengan ditanami pohon kurma sebanyak lima pohon dan ada juga Kavling Kurma dengan kolam lele sebanyak 10.000 bibit. Manajemen Kampoeng Kurma menjanjikan hasil besar dengan pengelolaan dan perawatan pohon oleh Kampoeng Kurma selama lima tahun dan pembeli akan dapat bagi hasil secara syariah.

Kampoeng Kurma dalam memasarkan kavlingnya mengundang sejumlah ustaz terkenal, sehingga banyak yang tertarik untuk membeli kavling ini dengan alasan Kavling Syariah. Namun ini hanya tinggal janji, kavling yang dijanjikan ada yang tidak ada, bahkan banyak pembeli yang dipindah pindah kavlingnya, AJB yang dijanjikan setelah PPJB tidak terealisasi.

Salah seorang pembeli Irvan mengatakan, sudah mengajukan pengembalian dana (refund) namun belum ada hasilnya. Irfan pun menunggu itikad baik manajemen Kampoeng Kurma untuk membayar pengembalian dana. 

"Apabila tidak ada itikad baik dari pihak Kampoeng Kurma maka kami akan melaporkan kepada kepolisian dan menempuh proses hukum," tegas Irfan pada Sabtu (9/11/2019).

Peringati Hari Pahlawan, Pembina Pesantren RI-1 Serukan "'Hubbul Wathon Minal Iman'"

By On Sunday, November 10, 2019


Jakarta, - Dalam rangka memperingati hari Pahlawan Nasional yang jatuh setiap tanggal 10 November,  Pesantren RI-1, LASKAR RI-1, GIAN (Gerakan Indonesia Anti Narkoba) serta FPRN (Forum Pimpinan Redaksi Nasional) turut memperingatinya dengan menggelar Haul dan mendoakan para pahlawan. 

Habib Abu Djibril Basyaiban selaku Pembina Pesantren RI-1, Laskar RI-1, GIAN dan FPRN, menegaskan bahwa mengenang para pahlawan dapat dilaksanakan dengan doa dan haul. 

"Setiap tahun kita peringati dengan menyelenggarakan haul dan mendoakan para pahlawan yang telah gugur atas memperjuangkan bangsa ini. Kita mengenang jasa-jasa para pahlawan bangsa yang gugur di medan perang jihad untuk membela bangsa. Peringatan yang kita lakukan bukan hanya sebatas mengenang kisah perjuangan pahlawan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kisah perjuangan dan karakter para pahlawan menjadi suri tauladan dan sumber inspirasi bagi generasi berikutnya," ucap Habib Abu Djibril kepada awak media di Jakarta, Minggu (10/11/2019). 


Sebagai penerus generasi bangsa, Habib Abu Djibril mengajak semua elemen masyarakat untuk mencintai bangsa Indonesia dengan meneruskan perjuangan dan memberikan prestasi yang baik kepada bangsa. Beliau menegaskan bahwa mencintai bangsa adalah sebagian dari iman. 

"Hubbul Wathon Minal Iman, mencintai bangsa adalah sebagian dari iman. Semoga para pejuang pahlawan yang telah gugur memperjuangkan Bangsa Indonesia ini tercatat sebagai syuhada' (syahid) dan di tempatkan di tempat yang terbaik di sisi tuhan yang maha esa," ucap Habib Abu Djibril.

Ketua umum Gerakan Indonesia Anti Narkotika yang juga menjabat sebagai Panglima Laskar RI-1. R.Guntur Eko Widodo mengatakan, "Patriotisme sejati bukan hanya sekedar mengucapkan NKRI harga mati,melainkan harus ikut terlibat langsung untuk memperbaiki negara ini agar generasi muda terbebas dari jerat narkoba, sex bebas, intoleran dan radikalisme, dulu pahlawan berjuang untuk bela Negara, tetapi kita sekarang ini, akan meneruskan perjuangan itu dengan memerangi narkoba, intoleran dan radikalisme," ujar Guntur.


Polman Manalu Pimpinan Pusat Forum Pimpinan Redaksi Nasional mengatakan, dan berharap kepada seluruh pimpinan redaksi yang tergabung di Forum Pimpinan Redaksi Nasional agar senantiasa ikut meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah mendahului kita dengan menyajikan berita yang membangun dan bertanggung jawab serta menghindari pemberitaan hoax. 

"Saya berharap kepada seluruh pimpinan redaksi yang tergabung di FPRN untuk selalu menyajikan berita yang membangun, dan menghindari berita hoax, karena peran media sangat penting untuk mewujudkan harapan Indonesia yaitu Indonesia unggul" tutupnya. (HMS/FPRN)

Banyak Bisnis Lesu, Penerimaan Bea dan Cukai Baru 76%

By On Saturday, November 09, 2019


Reporter : Veronica 

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, penerimaan negara dari bea dan cukai mencapai Rp 158,7 triliun atau tercapai 76% dari target APBN 2019 yang sebesar Rp 208,8 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi mengatakan di beberapa pos-pos penerimaan seperti bea masuk dan bea keluar, pertumbuhannya mengalami penurunan. Hal itu merupakan dampak dari volume perdagangan dunia yang juga melambat.

"Memang yang mengalami penurunan itu bea dan bea keluar. Terutama bea keluar, karena ada kondisi yang trade war itu yah (Perang Dagang Amerika Serikat dan China)," ujar Heru saat ditemui di Kompleks Senayan, Senin (4/11/2019).

Heru menyampaikan bahwa per 31 Oktober 2019, penerimaan bea masuk tercatat Rp 30,3 triliun. Angka tersebut lebih rendah dari realisasi pada periode yang sama tahun lalu, di mana penerimaan bea masuk di dalam APBN 2019 tercatat Rp 38,8 triliun.

Adapun untuk bea keluar, pemerintah baru berhasil memperoleh Rp 2,89 triliun, sementara target yang ada dalam APBN 2019 mencapai Rp 4,4 triliun. Angka penerimaan tersebut lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana penerimaan negara dari bea masuk mencapai Rp 5,69 triliun.

Dari penerimaan cukai, Heru mengatakan, telah mencapai Rp 125,5 triliun sampai dengan 31 Oktober 2019. Sementara target yang tercantum dalam APBN 2019 tercatat sebesar Rp 165,6 triliun.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam kesempatan yang sama, juga sempat memaparkan, lemahnya kinerja perdagangan internasional tercermin di dalam perlambatan kinerja bea masuk dan keluar di beberapa sektor lapangan usaha utama.

Untuk bea keluar, terhitung per September 2019, penerimaan dari sektor pertambangan terkoreksi 48,18 persen.

Adapun untuk bea masuk, tercatat dari sektor perdagangan terkoreksi 8,4 persen, industri pengolahan 7,3 persen dan konstruksi 3,2 persen.

"Kinerja cukai pun berpengaruh, banyak lapangan usaha yang mengalami kontraksi, industri pengolahan pun tumbuh negatif," ujar Sri Mulyani dihadapan para anggota DPR Komisi XI, Senin (4/11/2019).

Surya Paloh: Nasdem Harus Pentingkan Koalisi? Salah Itu

By On Saturday, November 09, 2019


Reporter : Veronica 

Jakarta, - Desas-desus hengkangnya Partai Nasdem dari koalisi pemerintah turut menjadi bahasan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh dalam Kongres II dan Harlah ke-8 Partai Nasdem di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).

Di hadapan ribuan kader, Surya Paloh tegas menyatakan bahwa koalisi bukanlah yang utama.

"Nasdem partai yang harus mengutamakan kepentingan koalisi? Salah itu, ha ha. Ha ha, salah itu!" tegas Surya Paloh dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Sontak, pernyataan Surya Paloh ini langsung disambut gemuruh tepuk tangan kader yang hadir dalam kongres.

Menurutnya, posisi koalisi ataupun oposisi dalam pemerintahan bukanlah gaya Nasdem.

Itu bukan tingkat cara berpikir Nasdem. Berpikir pendek-pedek, orang Medan bilang berpikir cetek-cetek, untuk apa?" lanjutnya.

"Kita mau agar komitmen kebangsaan yang kita miliki seperti harapan yang diamanatkan proklamator bangsa, Bung Karno dan Bung Hatta yang konsisten dijalankan partai ini," tandasnya.

Pernyataan ini disampaikan Surya pasca manuvernya bertemu dengan pimpinan PKS beberapa waktu lalu. Bahkan dalam waktu dekat pihaknya juga bakal mengagendakan melakukan pertemuan dengan PAN. Hal inilah yang memicu isu membelotnya Nasdem dari koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.

Habib Abu Djibril Basyaiban : MAULID BID'AH?

By On Saturday, November 09, 2019

Pembina Pondok Pesantren RI-1 KH Habib Abu Jibril Basyaiban, ketika mengisi ceramah maulid nabi Muhammad SAW.

Jakarta, - Banyak golongan yang tidak paham apa arti maulid. Bahkan persoalan maulid menjadi permasalahan yang mendasar terhadap keyakinan dalam beragama. 

Habib Abu Djibril Basyaiban selaku Pembina Pesantren RI-1 menjelaskan, mencintai tidak perlu dalil, apakah salah ketika orang menyebut-nyebut yang dicintai, apalagi yang dicintai adalah manusia yang paling dicintai oleh Allah SWT. 

"Kita harus bersyukur kepada Allah SWT karena kita dilahirkan sebagai ummat Nabi Muhammad SAW dan cinta akan sholawat," ucap Habib Abu Djibril Basyaiban dalam sebuah acara Maulid Nabi Muhammad di Jakarta, Sabtu (9/11/2019).

Beliau menyebutkan salah satu hadis Qudsi yang berbunyi:

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ يَا مُحَمّد لما خَلَقْتَ الأَفْلَاك 

Artinya: Jika bukan karena engkau wahai Muhammad, tidak akan aku ciptakan alam semesta ini. 

Lebih jauh, Habib Abu Djibril menegaskan bahwa Kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan anugerah dan kado terindah bagi umat manusia dari Allah yang wajib kita syukuri. 

Habib Abu Djibril juga menyebutkan Firman Allah yang berbunyi : 

لَقَدْ مَنَّ اللهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا

Artinya: “Sungguh-sungguh Allah ta’ala telah memberikan karunia bagi orang-orang beriman tatkala Dia mengutus bagi mereka seorang Rosul”. (QS Ali Imran: 164)

"Dan bersholawat merupan perintah Allah bagi orang-orang yang beriman. Jika ada orang yang masih memperdebatkan maka keimanannya perlu dipertanyakan," tandas Beliau. 

Habib Abu Djibril Basyaiban yang merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW juga menerangkan Firman Allah terkait perintah untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad. 

Surat Al-Ahzab Ayat 56

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
 Artinya : Sesungguhnya Allah dan para malaikat-malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Dengan adanya perintah dari Allah langsung untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad, Habib Abu Djibril Basyaiban menegaskan bahwa bersholawat adalah perintah. 

"Kalau melihat ayat Al-Quran tersebut, masih adakah yang berani membid'ahkan setelah melihat dalil yang jelas dalam al-Qur'an," ucap Habib Abu Djibril. 

"Selamat Memperingati Maulid  Nabi Muhammad SAW. Semoga senantiasa kita akan menjadi hamba yang diberikan keberkahan umur dan keluarga kita tercatat sebagai pencinta Rosulillah dan kelak akan dikumpulkan bersama beliau Rosulillah Muhammad SAW. Aamiiin," ucap Habib mengakhiri. (FPRN)

 Siswi SD  Hamil di Jombang, Pembina Pesantren RI 1 Habib Abu Djibril Basyaiban Angkat Bicara

By On Friday, November 08, 2019

Habib Abu Djibril Basyaiban, Pembina Pondok Pesantren RI-1

Jakarta, - Malang benar nasib Bunga (korban), bocah yang masih duduk di kelas VI (enam), Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur-Jatim, harus mengalami trauma  berat karena dijadikan budak seks oleh Y tetangganya sendiri sehingga tubuhnya kini berbadan dua.

Bunga hamil setelah di perkosa berkali kali oleh tetangganya sendiri berinisal Y (pelaku), bahkan saat ini usia kandungan Bunga kini memasuki empat bulan.

Meski demikian, kasus yang sudah sohor di Jombang ini belum mendapat respon dari pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan aparat penegak hukum sehingga sejumlah kalangan meminta KPAI dan penegak hukum agar segera bertindak sehingga nasib Bunga dapat ditangani dengan baik dan pelaku di meja hijaukan sehingga memberikan efek jera.
“Padahal korban ini merupakan anak di bawah umur yang seharusnya mendapat perlindungan dari KPAI atas tindakan tak senonoh oleh pelaku,” ujar sejumlah masyarakat.

Informasi yang berhasil dirangkum Metropolitan, kejadian ini berawal saat korban mengeluh pusing sehingga orangtuanya membawa Bunga untuk diperiksa ke bidan kampung terdekat. Namun dari hasil pemeriksaan, korban positif hamil dengan usia kehamilan empat bulan.

“Disitu saya kaget, lalu tanya ke Bunga, siapa yang membuatnya hamil sampai seperti ini? Jawabannya, tetangga kami, “ ujar S, ibu dari korban, saat ditemui beberapa media beberapa waktu lalu, Senin (21/10/2019).

Selain itu, menurut pengakuan anaknya, selama ini korban sudah tiga kali di perkosa pelaku saat sedang sendirian dalam rumah. Korban tak pernah mengadu karena diancam akan di bunuh.
Namun sayang kasus yang dialami anaknya, membuat S bimbang dan tak berani membawa persoalan ini ke ranah hukum, sebab selama ini mereka tinggal di atas tanah milik keluarga pelaku. “Jika saya melapor, saya takut akan diusir, apalagi saat diminta pertanggung jawaban, “ ucapnya.

Menanggapi yang dialami Bunga, murid SD di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Propinsi Jawa Timur-Jatim, Pembina Pesantren RI 1, Habib Abu Djibril Basyaiban mengatakan, pemerintah khususnya Jawa Timur harus segera menindaklanjuti masalah ini, karena ini masalah serius yang mana akan menjadi malapetaka bagi generasi muda jika tidak di proses hukum. “Kita harus tegas dalam hal masalah ini. Coba bayangkan jika terjadi pada keluarga kita dan pemerintah setempat harus memikirkan bagaimana kelanjutan nasib siswi SD ini,” ujar Habib Abu Djibril Basyaiban.

Menurut Habib Abu Djibril Basyaiban, Pemerintah harus mengedepankan sisi kemanusiaan atau memperhatikan nasib Bunga yang saat ini hamil, selanjutnya pelaku harus mempertanggung jawabkan di pengadilan sehingga memberi efek jera.

Kata Habib Abu Djibril Basyaiban, “siswa SD adalah generasi penerus bangsa. Jika tidak dipertanggungjawabkan pelaku di pengadilan, maka dikuatirkan semakin banyak nama Bunga yang lain yang menjadi korban. Untuk itu, pemerintah dalam hal ini penegak hukum harus jemput bola dalam kasus yang dialami Bunga,” ujarnya. (Marihot Tampubolon)

IPJT Pemalang Semakin Eksis, Pusat Informasi Masyarakat Jawa Tengah

By On Friday, November 08, 2019


Pemalang, - Pergerakan insan pers Jawa Tengah semakn hari  semakin menunjukan eksistensi dan semangat para pegiat  pers khususnya insan pers di Kabupaten Pemalang.

Dibawah nahkoda H. Eko Priyono ,SH.MM sebagai Ketua IPJT Pemalang yang berupaya membesarkan dan mengibarkan bendera Insan Pers Jawa Tengah.

Sebagaimana dituturkan Ketua IPJT Pemalang H. Eko Priyono,SH.MM mengatakan bahwa pada dasarnya dirinya turun atau hadir  ke IPJT adalah untuk mengembangkan media sarana untuk bisa bermitra dengan berbagai unsur di kabupaten  Pemalang.


"Kami siap, bermitra dengan berbagai unsur yang ada di Pemalang," terangnya.
Selanjutnya dikatakan bahwa IPJT Pemalang akan berupaya  merubah mindset atau pola kerja personal wartawan agar bekerja lebih profesional yang taat dengan kode etik jurnalistik / wartawan dan undang undang nomor 40 /1999 tentang Pers.

"saya berharap agar wartawan bekerja secara profesional dan bermartabat. Jangan jadi wartawan abal abal yang hanya cari uang recehan," ungkap Eko yang saat ini juga akan maju dalam pertarungan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Pemalang.


Lebih jauh dikatakan insan pers Jawa Tengah di Pemalang akan berupaya menjadikan wartawan  lebih baik dalam melakukan tugas jurnalistik dan bermartabat.

"Dalam.waktu dekat IPJT Kabupaten Pemalang akan mengadakan Deklarasi dan Pelantikan sebagai bentuk eksistensi pengurus dan penguatan organisasi," jelas Eko.

Perlu diketahui bahwa dalam menghadapi karakter dari berbagai insan pers yang ada membutuhkan proses panjang dan butuh keteladanan dan kesabaran agar dapat bersinergi.
"Menghadapi karakter teman teman wartawan butuh kesabaran dan keteladanan agar satu sama lainya dapat bersinergi dan kompak," tutur Eko .

Eko Priyono, ketua IPJT Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Sekber Pers Insan Pers Jawa Tengah, Toijin, SE  dalam sambutannya kepada insan pers di acara tersebut menyampaikan, "Bapak Eko merupakan sosok yang sangat tepat dalam memimpin IPJT Pemalang, selain kerja keras, dia juga salah seorang pengusaha Pom Bensin dan LPG, meskipun beliau sangat sibuk dengan berbagai aktifitas dengab usahanya, namun mau peduli terhadap insan pers di Pemalang, dan kami juga atas nama Pengurus IPJT Pemalang berterimakasih kepada beliau bahwasanya menjadi Ketua itu siap menjadi ujung tombak juga ujung tombok, dan juga kami telah difasilitasi dengan sarana kantor yang cukup sederhana dan fasilitas lainya dari bapak Ketua IPJT Pemalang" ungkap Toijin Sekretaris IPJT tersebut.

(Team IPJT Pemalang)

Mengungkap Justice Collaborator Suap Proyek PUPR Musa Zainudin, Petinggi PKB Terima 6 Milliar

By On Wednesday, November 06, 2019


Reporter : Veronica 

Kasus suap proyek infra-struktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016 memasuki babak baru setelah Musa Zainuddin, menawarkan diri menjadi justice collaborator ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Sebelumnya Mantan anggota Komisi Infrastruktur Dewan Perwakilan Rakyat yang dipidana menerima suap Rp 7 miliar itu dihukum sembilan tahun dan kini meringkuk di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung.

Ia membeberkan dugaan keterlibatan petinggi Partai Kebangkitan Bangsa dalam kasus tersebut.

Berikut wawancara dengan musa yang di temui oleh Tim Investigasi di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin. 

Mengapa Anda mengajukan permohonan justice collaborator?

Terpidana kasus korupsi tidak lagi menge-nal hak remisi. Hukuman sembilan tahun yang dijatuhkan hakim kepada saya harus saya jalani penuh tanpa potongan masa tahanan. Bagi saya, itu tidak adil. Karena kasus itu tidak sepenuhnya muncul karena peran saya sendiri.

Siapa saja yang sebenarnya ikut terlibat?

Ada banyak nama dan peristiwa yang tidak terungkap di persidangan. Seperti salinan surat justice collaborator yang Anda perlihatkan kepada saya, di situ saya ungkap peran Sekretaris Fraksi PKB saat itu, Jazilul Fawaid. Dialah yang menerima uang paling besar. Dari total Rp 7 miliar, Rp 6 miliar saya berikan lewat dia.

Siapa lagi selain Jazilul?

Saya ditunjuk sebagai Ketua Kelompok Fraksi atas instruksi Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melalui Ketua Fraksi PKB di DPR, Helmy Faishal. Dalam arahannya, Helmy menyatakan bahwa fraksi itu adalah perpanjangan tangan partai. Karena itu, saya diminta mengawal kebijakan partai dan mengamankan “jatah” ang-garan PKB.

Bagaimana keterkaitan Ketua Kelompok Fraksi dalam kasus suap ini?

Setelah menjadi ketua, saya diminta menghadap Jazilul Fawaid. Dalam pertemuan itu, Jazilul mengatakan Badan Ang-garan tengah membahas Dana Tambahan Optimalisasi untuk sejumlah proyek infra-struktur di sejumlah daerah. Lagi-lagi saya ditugasi mengamankan “jatah” PKB.

Hubungan Anda dengan pemberi suap?

Belakangan, saya diajak bertemu dengan pengusaha, Direktur PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir. Dia tertarik mengerjakan paket pekerjaan jalan di Maluku yang menjadi jatah PKB dan menjanjikan fee sebesar Rp 7 miliar. Paket itu memang “jatah” PKB setelah saya konfirmasi ke pejabat Kementerian PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Bagaimana uang itu Anda terima?

Uang diberikan melalui orang kepercayaan saya, Jailani dan Mutaqin. Sehari setelah menerima uang, saya mengontak Jazilul untuk mengambil uang tersebut. Hari itu juga dia mendatangi rumah saya di kompleks rumah dinas DPR. Dari total Rp 7 miliar, Rp 6 miliar saya serahkan kepada dia.

Kenapa Anda memberikan uang sebanyak itu kepada Jazilul?

Beberapa bulan sebelumnya dia sempat bilang PKB mesti punya kader yang bisa memimpin Jawa Timur. Kader yang sedang diusung saat itu adalah kerabat Muhaimin. Partai butuh logistik untuk pencalonan. Saya menangkap pesan pembicaraan itu agar saya ikut membantu.

Jadi uang itu untuk keperluan kampanye?

Saya tidak tahu persis penggunaan uang tersebut. Setelah uang saya serahkan kepada Jazilul, saya mengontak Helmy Faishal dan meminta kepadanya menyampaikan pesan kepada Muhaimin bahwa uang Rp 6 miliar sudah saya serahkan untuknya melalui Jazilul.

Kenapa Anda menutupi fakta itu sebelumnya?

Saat proses penyidikan, saya pernah didatangi dua petinggi PKB. Mereka menya-takan bakal memfasilitasi bantuan hukum. Tapi saya diminta melokalisasi kasus ini agar berhenti di diri saya sendiri dan tidak sampai menyeret petinggi partai.

Ada tekanan lain?

Setelah surat JC (justice collaborator) saya ajukan, seorang pengurus dan KH Abdul Gho-fur mendatangi saya di LP Sukamiskin. Keduanya mengaku diutus Muhaimin, Jazilul, dan Helmy, dan berpesan agar saya menghentikan surat permohonan justice collaborator.

Anda merasa dikecewakan teman-teman partai?

Saya bertindak bukan karena perasaan kecewa. Surat permohonan justice collaborator saya ajukan semata untuk meringankan masa hukuman dan uang pengganti. Kalau buat partai, apa pun saya lakukan. Duit pun saya kasih. Kalau bukan karena permintaan partai, yang saya kasih lewat Jazilul pasti tidak bakal sebanyak itu.

Kominfo Jawab Kritik Soal Aturan Transaksi Elektronik

By On Wednesday, November 06, 2019


Reporter : Veronica 

Jakarta, - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjawab sejumlah kritikan terhadap Peraturan Pemerintah Nomor 71 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE).

Kritik yang dimaksud adalah perubahan terhadap kewajiban para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk menyimpan data centernya di Indonesia. Menurut Kominfo, sebenarnya tidak ada perubahan pada bagian ini, melainkan hanya diatur lebih tegas.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9, Senin (4/11/2019), menyebut PSE publik tetap diwajibkan untuk menyimpan data centernya di Indonesia. Sementara PSE lingkup privat dibebaskan untuk menaruh data centernya di dalam atau luar Indonesia.

Meski begitu, PSE privat ini harus mematuhi aturan untuk memberikan akses terhadap data mereka saat dibutuhkan oleh pemerintah, di mana pun lokasi data centernya. Hal ini bisa dilakukan karena UU ITEM adalah undang-undang ekstrateritorial.

Maksudnya adalah UU-nya berlaku di mana saja di mana pun Pemerintah Indonesia mempunyai kepentingan.

"Sebelumnya tak diatur secara tegas, sekarang sudah diatur tegas. Mereka boleh di dalam atau di luar, namun saat dibutuhkan kegiatan pengawasan, mereka wajib memberikan akses terhadap informasi yang dibutuhkan," ujar Semuel.

Sementara terkait kritik yang menyebut PP ini bakal menghambat pertumbuhan investasi di Indonesia, Semuel punya jawaban lain. Menurutnya saat nanti ekosistemnya sudah terbentuk, para PSE ini bakal dengan sendirinya memindahkan data centernya ke Indonesia.

"Prinsip data itu selalu mendekat pada penggunanya. Untuk saat ini memang tidak ada kewajiban untuk membuat data center, hanya memberikan akses. Saat nanti ekosistem sudah terbentuk, tentu (data center) bakal ditaruh sedekat mungkin dengan penggunanya," ujarnya.

Semuel menambahkan, yang diwajibkan untuk menyimpan data center di Indonesia itu hanyalah sektor publik, yaitu PSE yang ditunjuk pemerintah, atau menggunakan APBN. Untuk PSE ini, diberikan masa transisi selama dua tahun untuk mendata PSE mana saja yang menyimpan datanya di luar, yang nantinya akan ditarik semua ke Indonesia.

Bocah SD Berbadan Dua, Hamil Diperkosa Tetangganya

By On Wednesday, November 06, 2019

Korban perkosaan yang sudah berbadan dua, KPAI terkesan tutup mata

Jatim, - Sebut saja Mawar (Korban), bocah kelas VI (enam) Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur (Jatim), harus mengalami trauma yang berat lantaran tubuhnya kini berbadan dua.

Mawar hamil setelah diperkosa berkali kali oleh tetangganya sendiri berinisal Y (Pelaku). Bahkan saat ini usia kandungan mawar kini memasuki usia empat bulan.

Meski demikian, kasus yang sudah tersohor di jagad media ini, rupanya sama sekali belum mendapat respon dari pihak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Padahal Korban ini merupakan anak dibawah umur yang seharusnya mendapat perlindungan dari KPAI atas tindakan tak senonoh oleh pelaku.

Informasi yang berhasil dirangkum dari rekan media di lokasi, kejadian ini berawal saat korban mengeluh pusing hingga dibawa orangtuanya untuk diperiksa ke bidan kampung terdekat. 

Namun dari hasil pemeriksaan itu, korban positif mengandung dengan usia kehamilan empat bulan.

“Di situ saya kaget, lalu tanya ke dia siapa yang membuatnya sampai seperti ini. Jawabannya tetangga kami, "ujar S, ibu dari korban, saat diwawancara beberapa waktu lalu, Senin (21/10/2019).



Selain itu menurut pengakuan anaknya, selama ini korban sudah tiga kali diperkosa pelaku saat sedang sendirian dalam rumah. Korban tak pernah mengadu karena diancam akan dibunuh.

Namun sayang kasus yang dialami anaknya, membuat S bimbang dan tak berani membawa persoalan ini ke ranah hukum. Sebab, selama ini mereka tinggal di atas tanah milik keluarga pelaku. 


"Jika saya melapor, saya takut akan diusir, apalagi saat diminta pertanggungjawaban, "ucapnya

Menanggapi peristiwa ini, Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Azi Pratas Gus Pitu, mengaku jika sampai saat ini belum ada laporan soal kasus tersebut. Hanya saya dia mengaku sudah mendengar ada kejadian seperti itu di daerah Sumobito.

“Untuk laporan memang belum ada. Jika keluarga korban mau melapor, kami berjanji akan segera menindaklanjuti kasus ini dan menangkap pelaku, "katanya, Rabu (6/11/2019). (Womusekin)

Laporan : Tri Mahmudi

Editor     : Ifal Chandra

Restaurant PRINGSEWU, Colouring Culinary in Pemalang

By On Monday, November 04, 2019


Pemalang, - Pring sewu pemalang restaurant give a surprise to a group of Maaruf junior high school student in Demak Regency who is on his 13th birthday,the restaurant that server Pring sewu Pemalang becomes the main destination for culinary cannoisseurs in Pemalang Regency.

Pemalang happy smile seemed poured from a student of the Maaruf middle school study tour group in Demak ,central java, a happy smile that was immeasurably getting an extraordinary,surprise from the restaurant Penyetan pring sewu Pemalang,how could he not have thought if the visit was given an extraordinary surprise with a welcome celebretion day the 13th birthday,the atmosphere accompanied by the gusts of tonights winds seemed to be full of warmth when the restaurant Penyetan team gave a. surprise in the farm of a simple celebration for him i did not expect to be given surprise birthday celebration that was very extraordinary thanks to restaurant Penyet pring sewu barrier said Elina who could not vent her happines. 

As forvas the can see the restaurant  that has been pear acros the culinary world of the archipelago is not only serving dishes that spail the tongue of the culinary connisseuis Pring Sewu tuning Pemalang,also always supports the program of the central goverment of the province to district or city in attracting tiurist visits,the development of the world of tourism in the archipelago is very rapid, not only in the field of hospitality tourist attraction, by the center, or souvenirs of the destination also in the culinary field,far this reason we are, present as a culinary service provider,to in dulge the cannoisseurs of dishes in every region including this Pemalang district said general manager of Penyetan Pring Sewu Pemalang restaurant Nuryanthi a restaurant in the culinary center Gandulan Culinary Center(GCC)Pemalang Regency seen. 

Seems to be an atrraction for culinary connoisseaurs who come from Pemalang district to outside the area,how not a restaurant that provides full service as smile and warmth for the visitors is,also a main destination for culinary connoisseurs,from various regions and want to enjoy a delicious treat on an empty stomach. 

In addition to presenting various dishes such as tofu,tempe penyet,chicken geprek,oxtail soup to fried rice,,Penyetan pring sewu Pemalang restaurant also provides typical Pemalang district products such as Batik goyor,snacks to original handicrafts of Pemalang district besides the restaurant located on the west side of the toll exit trans java grenade Pemalang is also collaborating with dekranasda Pemalang regency proven dekrasnada stand next to the restaurant Penyetan Pring sewu Pemalang always looks crowded by visitor besides our,culinary delights we provide a spesial stand by typical Pemalang,we also work closely with dekranasda in the field of original results from Pemalang district.

eanwhile in a separate,place for the head of the diskoperindag Hepi,also dismissed the news that the restaurant of Pring Sewu Pemalang to ok over the culinary center infeetility the news was not true,because of the existance of the restaurant Penyetan Pring sewu Pemalang stretching tourism in the culinary field rose because the tourism service bureaus from enjoy culinary dishes,the more tourists who come,the more,the tax generated for the Pemalang diatrict because 10% of the total dish in the income tax paid to the Pemalang district Pring Sewu Pemalang sewer restaurant also privides,a large Paeking area,for childrents games,selling pland seeds,and selling a variety of magic equipment for visitors who want to learn magic. 
(Dentang) 
Author,Drue

Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang, Jadi Tujuan Utama Penikmat Kuliner Kabupaten Pemalang

By On Monday, November 04, 2019

PRINGSEWU RESTO Pemalang, berikan kejutan pada rombongan siswa siswi SMP Maaruf Kabupaten Demak yang Berulang Tahun ke 13.

Pemalang, - Senyum Bahagia tampak tercurah dari seorang siswi rombongan Study Tour SMP Maaruf Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Senyum bahagia tak terkira mendapatkan kejutan luar biasa dari pihak Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang. Bagaimana tidak, dirinya yang tidak menyangka jika kunjungannya tersebut diberi kejutan luar biasa dengan sambutan perayaan hari ulang tahunnya yang ke 13. Suasana diiring hembusan angin malam ini menjadi nampak penuh rasa kehangatan ketika tim Restoran Penyetan memberikan kejutan berupa perayaan sederhana bagi dirinya.

"Saya tak menyangka akan diberikan kejutan perayaan hari ulang tahun yang sangat luar biasa. Terima kasih pada pihak Resto Penyetan PRINGSEWU Pemalang", ungkap Putri Elina, yang tak kuasa meluapkan kebahagiaannya.

Sejauh mata memandang, Restoran yang sudah bertahun tahun malang melintang di dunia kuliner nusantara ini tak hanya menyajikan hidangan yang memanjakan lidah para penikmat kuliner, Resto Penyetan PRINGSEWU Pemalang juga selalu mendukung program Pemerintah Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten atau Kota dalam menarik kunjungan para wisatawan.

"Perkembangan dunia pariwisata di Nusantara ini sangatlah pesat, tak hanya bidang perhotelan, tempat wisata, pusat oleh oleh atau souvenir saja. Tujuan wisata itu juga pada bidang kuliner. Untuk itulah kami hadir sebagai penyedia jasa kuliner untuk memanjakan para penikmat hidangan disetiap daerah. Termasuk di Kabupaten Pemalang ini", ungkap General Manager Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang, Nur Yanti.

Restoran yang berada di Pusat Kuliner Gandulan Culinary Center (GCC.red) Kabupaten Pemalang, tampaklah menjadi daya tarik para pengunjung penikmat kuliner yang berasal dari Kabupaten Pemalang hingga luar daerah. Bagaimana tidak, Restoran yang memberikan pelayanan penuh senyum dan kehangatan bagi para pengunjung ini juga menjadi tujuan utama para penikmat kuliner dari berbagai wilayah dan ingin menikmati sajian nikmat pengobat perut kosong.

Selain menghadirkan bermacam hidangan seperti Tempe Tahu Penyet, ayam geprek, sop buntut, hingga nasi goreng. Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang juga menyediakan produk produk khas Kabupaten Pemalang, seperti Batik, sarung goyor, jajanan, hingga kerajinan asli Kabupaten Pemalang. Selain itu, Restoran yang berada di sebelah barat gerbang Exit Tol Trans Jawa, Gandulan Pemalang ini juga bekerjasama dengan pihak Dekranasda Kabupaten Pemalang. Terbukti, stand Dekranasda yang bersebelahan dengan Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang ini selalu tampak ramai dikunjungi para pengunjung.

"Selain hidangan kuliner kami menyediakan stand khusus oleh oleh khas Pemalang. Kami juga bekerjasama dengan pihak Dekranasda dalam bidang hasil asli dari Kabupaten Pemalang", katanya.

Walaupun sempat diterpa kabar tak mengenakkan, mengenai Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang yang terkesan "Mengambil Alih" Gandulan Culinary Center, Nur Yanti pun menepisnya. Dirinya menjelaskan jika keberadaannya justru menambah geliat pariwisata dan kuliner, bahkan menambah penghasilan pajak bagi pendapatan Kabupaten Pemalang.

"Kami tidak mengambil alih GCC ini. Justru dengan adanya kami, GCC terlihat semakin dikunjungi oleh para wisatawan. Semakin banyaknya wisatawan, semakin banyak pula pajak pendapatan bagi Kabupaten Pemalang ini. Jadi kabar tersebut sangatlah tidak benar", jelasnya.
[4/11 7.59 PM] Angel Dentang: Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala Diskoperindag, Hepi, juga menepis kabar jika pihak Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang "Mengambil Alih" Gandulan Culinary Center.

"Kabar itu tidak benar. Karena adanya Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang, geliat pariwisata dalam bidang kuliner menjadi naik. Karena pihak mereka bekerjasama dengan pihak biro jasa wisata dari berbagai penjuru untuk datang menikmati hidangan kuliner. Semakin banyaknya wisatawan yang datang, semakin meningkat pula pajak yang dihasilkan untuk Kabupaten Pemalang. Karena 10% dari total hidangan adalah pajak pendapatam yang dibayarkam pada Kabupaten Pemalang. Posisi mereka di GCC juga menyewa stand selama 3 Tahun", imbuh pria berwajah mirip Rhoma Irama ini.

Restoran Penyetan PRINGSEWU Pemalang ini juga menyediakan lahan parkir yang luas, wahana permainan anak anak, penjualan bibit tanaman, hingga menjual beragam peralatan sulap bagi para pengunjung yang ingin belajar sulap. (Dentang)

Tindak Tegas Bagi Pelaku Korupsi Pendidikan!!! AW Dituntut 6,5 Tahun penjara

By On Monday, November 04, 2019


Reporter : Veronica 

Cianjur, - Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cikalongkulon, Cianjur, Muhammad AW, dituntut hukuman 6,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cianjur.

Ia dianggap terbukti bersalah telah melakukan korupsi dana bantuan siswa miskin (BSM). Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (4/11/19).

JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 2 Undang Undang Tipikor karena menganggap terdakwa bersalah telah menyalahgunakan dana BSM untuk kepentingan pribadinya.

JPU pada persidangan itu tetap pada tuntutannya dan menolak semua pembelaan terdakwa. Pada sidang yang dipimpin I Dewa Gde Suardhita, agenda sidang selanjutnya akan digelar pada 13 November 2019.

”Jadi kita perlu musawarah dulu untuk memutuskan, sidang ditunda hingga 13 November 2019,” ujar majelis.

Usai persidangan, JPU Kejari Cianjur, Tjut Zelvira menyatakan, pihaknya tetap pada tuntutan yang sudah dibacakan sebelumnya. Dengan begitu, semua pembelaan terdakwa sudah pasti ditolak.

”Intinya kita tetap pada tuntutan,” katanya.

Terdakwa Muhammad AW sendiri dituntut 6,5 tahun penjara, denda Rp300 juta, subsidair kurungan enam bulan. Dia didakwa menyelewengkan dana BSM sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Tpikor jo Pasal 64 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp419 juta. Jika tidak dikembalikan harta bendanya akan disita. Jika tidak mencukupi, maka ditambah hukuman kurungan selama 3 tahun dan 3 bulan.

Seperti diketahui, perbuatan korupsi yang dilakukan terdakwa terjadi antara bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2015 bertempat di SMKN 1 Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur. Dana BSM seharusnya diambil langsung oleh siswa penerima sebanyak 1.071 orang.

Akan tetapi, terdakwa Muhammad AW selaku kepala sekolah memerintahkan guru pendamping mengambil uang tersebut dan tidak diberikan kepada siswa penerima. uang dipergunakan untuk kepentingan pribadinya. Berdasarkan hasil perhitungan dan pemeriksaan inspektorat, terdapat kerugian negara sebesar Rp419 juta.

Seminar Nasional ‘’RUU KUHP ; Pembaruan Hukum Pidana Nasional Dalam Perspektif Islam” Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim Semarang

By On Monday, November 04, 2019


Semarang, - Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tema “’RUU KUHP: Pembaruan Hukum Pidana Nasional Dalam Perspektif Islam”, bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Wahid Hasyim jalan RW Sugiarto No.1 Sadeng Gunungpati, pada Senin, 4 November 2019 di mulai Pukul 09.00 WIB sampai Pukul 13.00 WIB

Acara diikuti sekitar 250 orang dari unsur instansi pemerintah seperti Polda, Pengadilan Agama, Pengadilan Tinggi, Ombudsman, Kemenkumham, dan Komisi Yudisial; Praktisi Hukum, serta akademisi dari dosen dan  mahasiswa perwakilan dari Fakultas Hukum dan  Syariah se-Kota Semarang. 


Sebagai Narasumber pada kegiatan tersebut Prof. Dr. Barda Nawawi Arief (Tim Perumus RUU KUHP), Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA (Guru Besar Hukum Islam UIN Walisongo Semarang/ Waketum MUI Jawa Tengah), Prof. Dr. H. Mahmutarom HR (Rektor Unwahas/ Guru Besar Ilmu Hukum), dan Dr. Sri Endah Wahyuningsih (Unissula Semarang).

Ketua Panitia, Dr. Bahrul Fawaid, menyampaikan alasan pemilihan tema karena selama ini sering Pemerintah dihadapkan pada isu-isu social, keagamaan, dengan beberapa kali mendapatkan tudingan bahwa produk pemerintahan yang dihasilkan, termasuk di bidang hukum, seolah-olah bertentangan dengan agama (Islam). Fakultas Hukum Unwahas mencoba untuk mengkaji bagaimana irisan antara RUU KUHP dalam Perspektif Islam.


Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Hukum, Dr. Mastur menyampaikan bahwa Seminar ini bertujuan untuk mencari irisan RUU KUHP dengan Islam, sekaligus memberikan dukungan kepada Pemerintah agar segera mengesahkan RUU KUHP. Karena bagaimana pun, KUHP adalah produk lama Penjajah yang sudah waktunya diubah secara mandiri oleh Bangsa Indonesia.

Pada kesempatannya, Prof Barda yang membawakan materi tentang RUU KUHP dalam Tinjuan Sosio - Historis menyampaikan, bahwa ide dasar RKUHP sebenarnya sudah muncul lama, sekitar 55 tahun untuk menggantikan KUHP peninggalan Belanda. KUHP merupakan penginggalan usang Penjajah Belanda yang secara sosio historis-filosofis tidak cocok dengan karakteristik bangsa Indonesia. Selain itu banyak di antara bagian-bagian dalam KUHP yang sudah tidak relevan lagi dengan perkembangan zaman. Ada beberapa kasus yang dapat dirujuk mengenai KUHP yang sudah selayaknya diperbarui, seperti kasus “nenek minah” yang didakwa melakukan pencurian Kakao, kasus pencurian kapuk, dan kasus-kasus lain. 


Berangkat dari ide dasar bahwa Indonesia membutuhkan KUHP yang lebih mencerminkan nilai-nilai keseimbangan, sudah saatnya Indonesia melakukan pembaruan terhadap KUHP. Pembaruan hukum pidana pada hakekatnya mengandung upaya melakukan reorientasi dan reformasi hukum pidana yang sesuai dengan nilai-nilai sentral sosio-politik, sosio-filosofis, dan sosio-kultural masyarakat Indonesia yang melandasi kebijakan sosial, kebijakan kriminal, serta kebijakan penegakan hukum di Indonesia.

Sementara Prof Rofiq yang memaparkan materi, “RUU KUHP dan Isu-Isu Sosial dalam Perspektif Islam” menyampaikan bahwa harus diakui ada pro-kontra terkait RUU KUHP, terutama pada beberapa pasal yang seolah dibenturkan dengan isu-isu sosial-keagamaan. Namun sebenarnya kita patut bersyukur setelah melalui proses yang sangat panjang, sudah ada RUU KUHP produk begawan hukum Indonesia. Bahkan apabila dicermati, rumusan-rumusan klausul-klausul dalam RUU KUHP sesungguhnya cukup kaya dan diperkaya dengan nilai-nilai hukum pidana Islam. Yang jelas, seandainya disahkan RUU KUHP menjadi KUHP, setidaknya Indonesia sedikit lega dan terbebas dari kesan dan ledekan bahwa kita sudah memiliki KUHP yang “sudah dinasionalisasi.”

Sementara itu, Dr Endah yang memaparkan materi tentang “Asas-Asas Hukum Pidana RUU KUHP dalam Perspektif Islam”, menyampaikan bahwa secara umum asas-asas dalam hukum Islam telah terimplentasi dan menjiwai pembangunan asas-asas dalam RUU KUHP. Dalam hukum Islam terkandung asas fleksibilitas/elastisitas pemidanaan dan modifikasi pidana yang sudah diimplementasikan dalam RUU KUHP. 

Menurut Endah, RUU KUHP perlu segera disahkan untuk mengganti Wvs/KUHP produk kolonial Belanda yang sampai sekarang masih berlaku. Berdasar pengalaman pribadinya ketika ke Belanda dan bertemu Profesor Hukum di sana, Profesor itu kaget kenapa sampai sekarang Indonesia masih memberlakukan KUHP produk Belanda padahal sudah merdeka lama. Apalagi, di Belanda sendiri KUHP sudah puluhan kali mengalami perubahan.

Sementara Prof Mahmutarom dalam kesempatannya menyampaikan, bahwa kita perlu memahmi secara komprehenship RUU KUHP. RUU KUHP sudah sangat bagus. Lahir dari pemikir-pemikir hokum asli Indonesia yang memahami persis karakteristik bangsa Indonesia. Sudah mencerminkan nilai-nilai islam/ hokum Islam, dan mampu menjawab perkembangan zaman. Masalahnya, kadang-kadang orang kita masih menghakimi sesuatu tanpa mau membaca dan memahami terlebih dahulu dengan baik. Ia merasa heran kenapa masih ada orang yang lebih memilih menggunakan produk usang (KUHP) buatan orang lain dibandingkan produk baru buatan bangsa sendiri. Terlebih saat melihat beberapa orang yang menyampaikan demo terkait RUU KUHP, namun ia sendiri sama sekali tidak memahami dengan baik apa yang disampaikan ketika demo, hanya membaca sekilas dari sharing berita di media social. Lebih lanjut, Mahmutarom mendukung RUU KUHP segera disahkan.


DR H Endar Susilo SH MH, salah satu peserta seminar sangat menyambut baik seminar 
Tersebut, '" seminar yang berbobot seperti ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan baik bagi akademisi, Instansi Pemerintah, Penegak Hukum dan masyarakat pada umumnya. Para nara sumber merupakan para pakar hukum yang memiliki ilmu dan pengalaman yang luas di bidangnya " ujar Endar. 

Dimoderatori oleh Dr. Sidqon Prabowo, seminar tersebut  berjalan dengan sangat menarik dengan tingginya animo & antusias peserta seminar dalam mengikuti materi dan mengajukan beberapa pertanyaan saat sesi tanya jawab. (Toijin)

Bot WTC Kembali di Demo, Aktivis Desak Kajati Usut Tuntas

By On Monday, November 04, 2019


Jambi, - Senin 4 November 2019, gedung Adiyaksa kembali didatangi demonstran, kali ini Sekumpulan Lembaga seprovinsi Jambi yang tergabung dalam aliansi, GERAKAN RAKYAT MENGGUGAT (GERAM) yang terdiri dari LSM JPK, GEMPARJI, AKRAM, SPEAK, PABRI, dan LSM RPK.

""Usut tuntas Bot WTC!!""" Teriak Orator dalam aksinya, kedatangan mereka kali ini untuk menyampaikan informasi kepada Penegak hukum di Provinsi dimana menurut temuan dan investigasi Aktivis tersebut, mereka menduga Bot WTC sudah di luar dari perjanjian yang telah di tanda tangani bersama oleh petinggi Provinsi Jambi.

"Kami sebagai Masyarakat Jambi merasa di bohongi oleh investor, dan begitu pelik permasalahan yang ada di mall WTC ini, sperti dalam temuan BPK tahun 2018, bahwa pihak PT. Simota Putra Parayudha diduga telah mengadaikan 5 sertifikat HGB WTC ke Bank QNB Sebesar 55 milyar rupiah, jelas ini merupakan penghianatan terhadap pengelolaan aset Negara ujar orator ketika menyampaikan orasinya.

Belum lagi masalah tiang bangunan WTC yang diduga berada dalam wilayah bahu sungai, serta Limbah WTC yang diduga belum jelas ipalnya sambungnya. 

Setelah setengah jam gedung Kejaksaan Tinggi Jambi digeruduk massa dan teriakan para aktivis tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Ibu Andi Murwinah, SH. MH, melalui Penyidik Kejaksaaan, Dinar menyambut baik perwakilan demonstran untuk melakukan dialog bersama.


Dalam sambutannya, Dinar mengatakan bahwa ini akan kami jadikan bahan tela'ahan untuk kedepan dalam menangani permasalahan sebagaimana menjadi tuntutan para aktivis yang tergabung dalam aksi unjuk rasa tersebut.

"Terima kasih kepada rekan aktivis semua, yang telah memberikan kami masukan dan saran serta kritik untuk kami sebagai aparat penegak hukum, dan kami akan melakukan tugas sesuai prosedur dalam menangani kasus yang telah rekan sampaikan, kasus ini tetap akan kita lakukan pengembangan," ujar Dinar kepada Perwakilan Demonstran.

Perwakilan demonstran juga menegaskan bahwa hal ini akan dibawa ke KPK atau Kejangung  jika persoalan ini tidak ditangani secara tepat dan sesuai ketentuan, ujar Abdullah selaku orator. (womusekin)

Tak Tahan Dalam Kegelapan, Warga Desa Agung Koto Iman Curhat ke Wartawan

By On Saturday, November 02, 2019

Lampu jalan, PJU di Desa Agung Koto Iman diketahui sudah rusak sejak lama, namun belum ada reaksi Pemerintah untuk memperbaikinya, Masyarakat merasa terbuang dan tidak didengarkan keluhannya.

Kerinci, - Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tersebar di setiap pelosok Desa di Kerinci bertujuan untuk memacu pembangunan infrastruktur dan fasilitas penerangan jalan umum, tak tanggung-tanggung, Pemerintah Daerah Kabupaten Kerinci telah mengucurkan dana miliaran rupiah untuk peningkatan PJU tersebut. 

Dipasangkannya lampu penerangan jalan di Desa-desa yang ada di Kerinci ini adalah hasil dari retribusi Masyarakat itu sendiri, yang bersumber dari masyarakat dan untuk kesejahteraan masyarakat pula.

Namun dibalik riuh rendah pemasangan lampu penerangan jalan umum tersebut, kali ini sedikit terlihat lucu, dimana setiap Desa berlomba-lomba dalam menerangkan jalan, tapi kali ini, fasilitas yang sudah ada justru tidak terjaga dengan baik, malah sudah setahun rusak terbiar begitu saja, bahkan objek kerusakan pula berada dilingkup tempat berdomisilinya Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, yang berlokasi di Desa Koto Iman, Desa Agung Kecamatan Danau Kerinci yaitu lokasi perjalanan Kepala Dinas Perhubungan dalam keseharian menuju kantor kerjanya setiap hari. 

Hal ini lucu dan menggemaskan, begitu reaksi masyarakat setempat dalam menyikapi rusaknya fasilitas penerangan tersebut yang diketahui sudah setahun tidak diperbaiki oleh Pemerintah. Padahal sudah rusak sejak lama, namun hingga saat ini belum diperbaiki. 

Berinisial RA, Warga Desa Agung Koto Iman kepada media ini mengatakan, sedikit agak kesal, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci setiap hari melewati jalan tersebut, namun tidak tergugah hatinya untuk membantu masyarakat yang berada didalam kegelapan ketika di Desa tetangga mereka sangat menikmati fasilitas  yang disedikan oleh Negara.

"Sudah lebih setahun lampu jalan (PJU.red) ini rusak, tapi belum diperbaiki hingga saat ini, sudah berkali-kali kami laporkan kepada Dinas terkait, namun belum ditanggapi, entah apa yang merasuki mereka, sehingga tidak diperbaiki walau sudah mengalami kerusakan sejak lama," ujar RA. 

"Koto Iman Desa Agung gelap, tidak seperti Sebukar, Hiang dan Semerah, Koto Salak terang benderang pada malam harinya, mungkin sudah nasib kami hidup didalam kegelapan, terasa seperti bukan warga Kerinci, kami merasa sudah terbuang jauh sekali, tertinggal dan tidak didengarkan lagi oleh Pemerintah," ujar warga Desa Agung yang tidak ingin namanya disebut.

Sementara itu, Kepala Desa Koto Iman ketika ingin dikonfirmasi penulis terkait kerusakan lampu penerangan jalan umum yang berlokasi di Desanya, tidak bisa ditemui karena masih sibuk dengan pekerjaan wajibnya sebagai Kades. 

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kerinci, H Juanda ketika dimintai keterangan (konfirmasi) oleh penulis melalui telepon selulernya, bernada tidak aktif dan berada diluar jangkauan. 

Hingga kabar ini ditulis, belum ada pihak yang mampu bertanggungjawab  terkait adanya kerusakan fasilitas Negara yaitu Lampu penerangan jalan umum yang berlokasi di Desa Agung Koto Iman. (Womusekin_mano)

Contact Form

Name

Email *

Message *