HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Harapan Para Pengusaha Sebagai Penyumbang PAD Terbesar Kabupaten Bogor

Reporter : Veronica 

Bogor, - Hotel dan restoran di Kawasan Puncak menjadi salah satu penyumbang terbesar (PAD) Kabupaten Bogor yang pada tahun 2018 lalu dengan mencapai Rp 2,25 triliun.

Namun, hal itu berbanding terbalik dengan pembangunan sarana prasarana insfrastruktur yang minim hingga terjadilah kemacetan lalu lintas yang berujung pada menurunnya omset mereka.

Para pengusaha hotel dan restoran di Kawasan Puncak ini pun berharap pajak yang mereka bayarkan ke pemerintah daerah berbalik kepada pembangunan sarana prasarana insfrastruktur.

"Para pengusaha hotel dan restoran berkontribusi besar terhadap besarnya PAD Kabupaten Bogor yang tahun lalu mencapai Rp 2,25 triliun hingga wajar apabila kami ingin pajak tersebut kembali le kami melalui pembangunan atau pelebaran jalan alternatif maupun insfrastruktur  lainnya," kata Jansen Manansang selaku Direktur Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua kepada wartawan, Senin (28/10).

Pria pecinta hewan dan tumbuh - tumbuhan ini menerangkan jika dikumpulkan total pajak yang dibayar oleh para pengusaha hotel dan restoran mencapai ratusan miliar rupiah, hingga wajar jika ingin ada timbal balik dari Pemkab Bogor.

"Setiap tahun TSI Cisarua bayar pajak sekitar Rp 40 miliar  pertahun dan belum lainnya hingga total berjumlah ratusan miliar rupiah, karena tak ada pembangunan atau pelebaran jalan alternatif yang signifikan akhirnya kami diserang lagi oleh masyarakat karena dianggap tidak berkontribusi. Mudah - mudahan aspirasi kami ini didengar dan diwujudkan," terangnya

Jansen menjelaskan dengan adanya jalan alternatif baik di selatan maupun utara yang memadai akan membantu mengurai kemacetan lalu lintas.

"Keberadaan jalur altenatif utara maupun selatan sudah mulai mengurai kemacetan lalu lintas yang cukup signifikan, namun jalan alternatif ini harus dilanjurkan hingga Gunung Mas dan juga diperlebar agar kemacetan lalu lintas pindah ke jalan  desa ini," jelas Jansen.

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku jajarannya terkendala kepemilikan lahan olen PT Perhutani, PT Perkebunan Nusantara VIII dan lainnya untuk melakukan pembangunan pelebaran jalan alternatif utara maupun selatan.

"Tadinya mau kita anggarkan untuk pembangunan pelebaran jalan alternatif di tahun 2020 mendatang, namun karena sebagian lahannya milik Perhutani dan pihak lainnya akhirnya program kerja pembangunan pelebaran jalan belum bisa dilanjutkan kembali," ucap Ade.

Informasi yang dihimpun Modusinvestigasi.com, sebelumnya pada tahun 2018 lalu Pemkab Bogor melalui bantuan keuangan desa (Bankeudes) sudah menganggarkan Rp 6 miliar untuk membangun jalur alternatif bagian utara di Kecamatan Megamendung dengan ruas panjang 7 Km, namun jalur - jalur alternatif tersebut belum maksimal karena belum tembus hingga Gunung Mas.

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *