HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Pembangunan Gedung Parkir RSUD Ciawi, Ajang Korupsi Berjama'ah


Reporter : Veronica 

Bogor, - Elemen masyarakat terus menyoroti soal mangkraknya pembangu­nan gedung parkir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi. Kali ini Forum Pemer­hati Jasa Konstruksi (FPJP), Thoriq Nasution, angkat bi­cara. Menurut dia, bangunan yang telah menghabiskan ang­garan senilai Rp2,3 miliar itu sangat janggal. Apalagi berda­sarkan pantauan, tak lebih dari 60 persen bangunan dua lantai itu berdiri, tetap masih membutuhkan anggaran lagi.

“Setiap perencanaan gedung apa pun, terlebih rumah sakit, tentu sudah masuk amdal. Jadi, saat pembangunan rumah sakit itu seharusnya bersama­an. Jadi, tidak ada tahap dua,” kata Thoriq. Ia menjelaskan harus ada alasan dari pelaks­ana atau kontraktor. Ini seha­rusnya tak perlu terjadi, karena saat proses pelelangan di an­tara persaratan lain. Salah sa­tunya kontraktor harus meny­erahkan jadwal.

“Artinya, tak ada lagi alasan penyebab keterlambatan itu, kecuali terjadi kendala. Selain kontraktor, PPK dan konsultan pengawas harus bertanggung jawab akibat keterlambatan tersebut,” tegasnya.

Hal senada dikatakan Ketua BEM Zona Jawa Barat dan Ja­karta, Iksan Awaludin. Ia men­gungkapkan, anggota legislatif yang seharusnya menganggarkan pembangunan itu tak lepas tangan dan harus melakukan controling kepada rumah sakit tipe A di Kabupaten Bogor tersebut.

“Proyek pembangunan ini seharusnya selesai satu tahap dan tak ada lagi alasan tahap kedua. Saya menduga ada per­mainan dalam pembangunan itu, bisa dikatakan korupsi,” tegasnya. Ia menduga ada in­dikasi permainan dalam pembangunan gedung lahan parkir tersebut. “Sebelum membangun yang pasti ada kajian dulu, termasuk kajian anggaran. Nah, kenapa kok faktanya anggaran tidak cukup untuk pembangunan,” cetusnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Erwin Suriana, men­gungkapkan, proyek pembangu­nan lahan parkir di RSUD Ci­awi itu sepenuhnya ada di tangan rumah sakit dan terpisah dari dinkes. “Soal anggaran sela­njutnya dan berapanya itu kan DPA-nya ada di RSUD Ciawi. Lelangnya pun mereka sen­diri. Untuk jelasnya, silakan tanya ke dirutnya langsung,” bebernya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Ciawi, Hesti Isnawati, membantah jika proyek ini di­bilang mangkrak, karena akan dilanjutkan tahun depan dan itu pembangunan tahap pertama. “Saya tak bisa bicara berapa yang dibutuhkan pembangunan area parkir, karena harus bicara data. Tapi untuk pembangunan tahap satu sudah sesuai kontrak yang selesai November ini,’’ kilah Hesti.

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *