HEADLINE NEWS

TOPIK POPULER

Tindak Tegas Bagi Pelaku Korupsi Pendidikan!!! AW Dituntut 6,5 Tahun penjara


Reporter : Veronica 

Cianjur, - Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Cikalongkulon, Cianjur, Muhammad AW, dituntut hukuman 6,5 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cianjur.

Ia dianggap terbukti bersalah telah melakukan korupsi dana bantuan siswa miskin (BSM). Hal itu terungkap dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Bandung, Jalan R.E Martadinata, Kota Bandung, Senin (4/11/19).

JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 2 Undang Undang Tipikor karena menganggap terdakwa bersalah telah menyalahgunakan dana BSM untuk kepentingan pribadinya.

JPU pada persidangan itu tetap pada tuntutannya dan menolak semua pembelaan terdakwa. Pada sidang yang dipimpin I Dewa Gde Suardhita, agenda sidang selanjutnya akan digelar pada 13 November 2019.

”Jadi kita perlu musawarah dulu untuk memutuskan, sidang ditunda hingga 13 November 2019,” ujar majelis.

Usai persidangan, JPU Kejari Cianjur, Tjut Zelvira menyatakan, pihaknya tetap pada tuntutan yang sudah dibacakan sebelumnya. Dengan begitu, semua pembelaan terdakwa sudah pasti ditolak.

”Intinya kita tetap pada tuntutan,” katanya.

Terdakwa Muhammad AW sendiri dituntut 6,5 tahun penjara, denda Rp300 juta, subsidair kurungan enam bulan. Dia didakwa menyelewengkan dana BSM sebagaimana diatur Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 18 UU Tpikor jo Pasal 64 KUHP sebagaimana dakwaan pertama.

Selain itu, terdakwa juga diwajibkan mengembalikan kerugian negara sebesar Rp419 juta. Jika tidak dikembalikan harta bendanya akan disita. Jika tidak mencukupi, maka ditambah hukuman kurungan selama 3 tahun dan 3 bulan.

Seperti diketahui, perbuatan korupsi yang dilakukan terdakwa terjadi antara bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2015 bertempat di SMKN 1 Cikalong Kulon Kabupaten Cianjur. Dana BSM seharusnya diambil langsung oleh siswa penerima sebanyak 1.071 orang.

Akan tetapi, terdakwa Muhammad AW selaku kepala sekolah memerintahkan guru pendamping mengambil uang tersebut dan tidak diberikan kepada siswa penerima. uang dipergunakan untuk kepentingan pribadinya. Berdasarkan hasil perhitungan dan pemeriksaan inspektorat, terdapat kerugian negara sebesar Rp419 juta.

Previous
« Prev Post
Show comments

Contact Form

Name

Email *

Message *